PRODUK KAMI

Minat : Luqmanul Khakim HP : 085711081674 / 089605509038 / PIN BB : 54C29D51

Diskon Menarik utk setiap Produk Kami - Klik di Sini!

Tampilkan postingan dengan label Doa dan Dzikir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa dan Dzikir. Tampilkan semua postingan

Dzikir Pagi dan Petang

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على من لانبي بعده اما بعد:

Dzikir Pagi dan Petang
Jabir bin Samurah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya tidak bangun dari tempat shalatnya yang Beliau lakukan shalat Subuh di situ sampai matahari terbit, ketika telah terbit (matahari) Beliau pun bangun.” (HR. Muslim)

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

لَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُوْنَ اللهَ تَعَالَى مِنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أُعْتِقَ أَرْبَعَةً مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيْلَ ، وَلَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُوْنَ اللهَ مِنْ صَلاَةِ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أُعْتِقَ أَرْبَعَةً

“Sungguh, aku duduk bersama beberapa orang yang berdzikir kepada Allah Ta’ala setelah shalat Subuh hingga matahari terbit lebih aku sukai daripada memerdekakan empat keturunan Nabi Isma’il. Sungguh, aku duduk bersama beberapa orang yang berdzikir kepada Allah Ta’ala setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam lebih aku sukai daripada memerdekakan empat orang.” (HR. Abu Dawud, dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Abi Dawud 2/698).

Dari hadis ini kita mengetahui bahwa dzikir pagi hari dimulai setelah shalat Subuh sampai terbit matahari, sedangkan dzikir sore hari dimulai setelah shalat Ashar hingga terbenam matahari[1].
Berikut ini di antara dzikir pagi dan petang/sore hari, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan risalah ini bermanfaat,amin.

1. Membaca Ayat Kursi (Al Baqarah: 255) Keutamaannya: “Barangsiapa yang membacanya ketika pagi hari, maka ia dijaga dari (ganguan) jin hingga sore hari. Dan barangsiapa membacanya ketika sore hari, maka ia dijaga dari (ganguan) jin hingga pagi hari.” (HR. Hakim, dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib wat Tarhib1:273)

2. Membaca surah Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas, masing-masing tiga kali. Keutamaannya: Barangsiapa membaca tiga surat tersebut tiga kali setiap pagi dan sore hari, maka ia (tiga surat tersebut) cukup baginya dari segala sesuatu.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Shahih At-Tirmidzi 3/182).

3- أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَافِي هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَافِي هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِى النَّارِ وَعَذَابٍ فِى الْقَبْرِ » .

Artinya: “Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan setelahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan setelahnya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan kubur.”

Dzikir ini untuk pagi hari, sedangkan untuk sore hari, dzikirnya adalah sbb:

« أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ … اللَّهُمَّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا …

(HR. Muslim 4/2088).

4- اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ.

Artinya: Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan waktu sore. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali.

Ini untuk pagi hari, sedangkan untuk sore hari dzikirnya adalah sbb:

الَلَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا … وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

(HR. Tirmidzi 5/466, Shahih At Tirmidzi 3/142.)

5- اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakan aku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”

Keutamaannya: Barangsiapa membacanya dengan yakin ketika sore hari, lalu ia meninggal dunia pada malam itu, maka ia akan masuk surga. Demikian juga jika membacanya di pagi hari. (HR. Bukhari 7/150.)

6- اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. (3×)

Artinya: “Ya Allah, selamatkan tubuhku. Ya Allah, selamatkan pendengaranku. Ya Allah, selamatkan penglihatanku, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau.” (Dibaca tiga kali di waktu pagi dan sore).

(HR. Abu Dawud, Ahmad, Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 22, Ibnus Sunni no. 69. Bukhari dalam Al Adabul Mufrad. Syaikh Abdul Aziz bin Baaz menyatakan sanad hadis tersebut hasan. Lihat juga Tuhfatul Akhyar, halaman 26.)

7- اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ. اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ وَآمِنْ رَوْعَاتِيْ اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, Peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, Shahih Ibnu Majah 2/332)

8- اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ.

Artinya: “Ya Allah Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Tuhan pencipta langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya, dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.”(HR. Tirmidzi dan Abu Dawud, Shahih At Tirmidzi 3/142.)

9- بِسْمِ اللهِ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. (3×)

Artinya: “Dengan nama Allah yang jika disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Keutamaannya: Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakan dirinya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad. Lihat Shahih Ibnu Majah2/332, Syaikh Ibnu Baz berpendapat, isnad hadis tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39.)

10- يَاحَيُّ يَاقَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ.

Artinya: “Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, wahai Tuhan Yang berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata.” (HR. Hakim, menurut pendapatnya, hadis tersebut adalah shahih, dan Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya, lihat kitabnya 1/545, dan Shahih At-Targhib wat Tarhib 1/273.)

11- أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ.

Artinya: “Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kita Muhammad, dan agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.”

Jika sore hari lafaz kata “Ashbahnaa” diganti “Amsainaa.” (HR. Ahmad. Lihat Shahihul Jami’ 4/290. Ibnus Sunni juga meriwayatkannya di ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 34.)

12- سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ. (100×)

Artinya: “Mahasuci Allah sambil memuji-Nya.”

Keutamaannya: Barangsiapa yang membacanya sebanyak 100 kali di pagi dan sore hari, maka tidak ada seorang pun yang datang pada hari Kiamat membawa amalan melebihi apa yang ia bawa kecuali seorang yang membaca seperti itu atau melebihinya. (HR. Muslim 4/2071)

13- لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.”

Keutamaannya: Barangsiapa membacanya di pagi hari sebanyak sepuluh kali, maka Allah akan mencatatkan untuknya 10 kebaikan, menghapuskan 10 kesalahan, sama seperti memerdekakan 10 orang budak, dan Allah akan melindunginya dari setan. Demikian pula orang yang membacanya di sore hari. (HR. Nasa’i dalam ‘Amalul Yaumi wal Lailah no. 24, lihat Shahih At Targhib wat Tarhib 1/272, serta Tuhfatul Akhyar oleh Syaikh Ibnu Baz hal. 44)

Atau cukup sekali saja membacanya ketika malas (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, lihat Shahih At Targhib wat Tarhib 1/270, Shahih Abi Dawud 3/957, Shahih Ibnu Majah 2/331).

14. Membaca dzikir di atas (no. 13) sebanyak seratus kali di pagi hari. Keutamaannya: Barangsiapa membacanya sebanyak seratus kali dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapuskan darinya seratus keburukan, baginya perlindungan dari setan pada hari itu hingga sore hari. Tidak ada seseorang yang dapat mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali jika ia melakukan lebih banyak lagi dari itu.” (HR. Bukhari 4/95; Muslim 4/2071).

15- سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ.

Artinya: “Mahasuci Allah, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan arsy-Nya dan sebanyak tinta kalimat-Nya.” (3 X setiap pagi hari)[2].

16- اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang manfaat, rezki yang baik dan amal yang diterima. (Dibaca pagi hari).

Dibaca pada pagi hari (HR. Ibnu As-Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah, dan Ibnu Majah. Isnadnya hasan menurut Abdul Qadir dan Syu’aib Al-Arna’uth dalam tahqiq Zadul Ma’ad 2/375.)

17- أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ.

Artinya: “Aku meminta ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.” (Dibaca 100 kali dalam sehari[3].)

18- أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ.

Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya.” (Dibaca 3 kali pada sore hari.)

Keutamaannya: Barangsiapa membaca doa ini pada sore hari sebanyak tiga kali, tidak berbahaya baginya sengatan (binatang berbisa) pada malam itu. (HR. Ahmad, Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah, Ibnu Sunni no. 68. Lihat Shahih At-Tirmidzi 3/187, Shahih Ibnu Majah 2/266 dan Tuhfatul Akhyar, hal. 45.)

Oleh: Abu Yahya Marwan

Maraji’:
  • Hishnul Muslim (Dr. Sa’id al-Qahthaniy)
  • Maktabah Syamilah, Shahih At Targhib wat Tarhib (Syaikh al-Albani)
  • Al Muntaqa min ’amalil yaumi wal lailah (Imam Nasa’i)
  • Adzkaarush Shabah wal masaa’ (Syaikh Ibnu ’Utsaimin-makhthuthah/tulisan tangan yang di-scan)
  • Al Adzkar (Imam Nawawi) dll
Artikel www.Yufidia.com

[1] Imam Nawawi dalam al-Adzkar berkata, “Sepatutnya bagi seorang yang mempunyai kebiasaan berdzikir di waktu malam atau siang, atau setelah shalat atau dalam keadaan tetentu, lalu tertinggal, maka ia segera mengejarnya dan melakukannya jika memungkinkan dan tidak meninggalkannya.”

Beliau juga berkata, “Ketahuilah, bahwa sepatutnya bagi orang yang telah sampai tentang keutamaan amal, mengamalkannya meskipun sekali agar ia tergolong ke dalam orang-orang yang mengamalkannya. Dan tidak patut baginya meninggalkan secara mutlak, bahkan ia kerjakan sesuai yang mudah baginya, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah disepakati keshahihannya, “Apabila aku memerintahkan sesuatu, maka kerjakanlah semampu kamu.”

[2] Dari Juwairiyyah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar dari sisinya pada pagi hari setelah shalat Subuh, sedangkan ia (Juwairiyyah) masih di tempat shalatnya. Setelah itu, Beliau pulang setelah tiba waktu Duha sedangkan ia (Juwairiyyah) masih dalam keadaan duduk. Lalu Beliau bertanya, “Apakah engkau tetap dalam keadaan ketika aku tinggalkan?” Ia menjawab, “Ya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, aku telah mengucapkan setelahmu 4 kalimat sebanyak tiga kali, yang jika ditimbang dengan yang engkau ucapkan sejak tadi tentu akan menyamai timbangannya, yaitu Subhaanallahi wabihamdih…dst. (HR. Muslim)

[3] Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai manusia! Bertobatlah kepada Allah, karena sesungguhnya aku bertobat kepada-Nya sehari 100 kali.” (HR. Muslim)
READ MORE - Dzikir Pagi dan Petang

Doa dan Dzikr Harian (Bag. 2)



الحمد لله والصلاة والسلام على من لانبي بعده اما بعد:

Berikut ini merupakan lanjutan doa dan dziikr harian yang telah kami sebutkan dalam risalah sebelumnya. Kami meminta kepada Allah agar risalah ini bermanfaat, Allahumma aamin.

Doa Sujud Tilawah
اَللَّهُمَّ اكْتُبْ لِيْ بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا، وَضَعْ عَنِّيْ بِهَا وِزْرًا، وَاجْعَلْهَا لِيْ عِنْدَكَ ذُخْرًا، وَتَقَبَّلْهَا مِنِّيْ كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ.
“Ya Allah, tulislah untukku dengan sujudku pahala di sisi-Mu dan ampunilah dosaku dengannya, serta jadikanlah simpanan untukku di sisi-Mu dan terimalah sujudku sebagaimana Engkau telah menerimanya dari hamba-Mu Dawud.” (HR. Tirmidzi 2/473, dan Hakim. Menurut Hakim, hadits tersebut shahih. Adz-Dzahabi sependapat dengannya 1/219)

Sikap Yang Dilakukan Ketika Mendapatkan Hal Yang Menyenangkan
Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila mendapatkan hal yang menyenangkan atau diberitakan hal yang menyenangkan, maka Beliau sujud syukur kepada Allah Tabaaraka wa Ta’aala.” (HR. Para pemilik kitab Sunan selain Nasa’i, dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Al Irwa’ (474), Ar Raudhun Nadhir (724) dan Shahih Abi Dawud (2479))

Adapun ucapan yang diucapkan Beliau ketika mendapatkan hal yang menyenangkan adalah, “Al Hamdulillahilladzii bini’matihii tatimmush shaalihaat.” (artinya: Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya amal saleh menjadi sempurna), dan apabila Beliau mendapatkan hal yang Beliau tidak sukai, maka Beliau mengucapkan, “Al Hamdulillah ‘alaa kulli haal.” (Artinya: Segala puji bagi Allah dalam semua keadaan).” (HR. Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaumi, Hakim dan ia menshahihkannya 1/499, dan dishahihkan oleh al-Albani dalamShahihul Jami’ 4/201)

Doa Agar Terhindar Dari Syirk
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ.
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, agar tidak menyekutukan-Mu, sedangkan aku mengetahui dan aku meminta ampun kepada-Mu terhadap apa yang tidak aku ketahui.” (HR. Ahmad 4/403 dan imam yang lain, lihat Shahihul Jami’ 3/233, dan Shahihut Targhrib wat Tarhib oleh al-Albani 1/19)

Doa Untuk Orang Yang Mengatakan “Baarakallahu fiik” (Semoga Allah Memberkahimu)
وَفِيْكَ بَارَكَ اللهُ
“Semoga Allah juga melimpahkan berkah kepadamu.” (Ibnu Sunni hal. 138, no. 278, lihat al-Waabilu ash-Shayyiboleh Ibnul Qayyim, hal. 304. tahqiq Muhammad Uyun)

Doa Ketika Menyembelih Hewan Kurban
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ [اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ] اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّيْ
“Dengan nama Allah (aku menyembelih), Allah Mahabesar. Ya Allah, (ternak ini) dari-Mu (nikmat yang Engkau berikan, dan kami sembelih) untuk-Mu. Ya Allah, terimalah kurban ini dariku.” (HR. HR. Muslim 3/1557, Al-Baihaqi 9/287, sedangkan kalimat di antara dua kurung, adalah riwayat Baihaqi 9/287. Sedangkan yang terakhir, diambil secara makna dari riwayat Muslim)

Doa Menolak Gangguan Setan Yang Jahat

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ الَّتِيْ لاَ يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلاَ فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، وَبَرَأَ وَذَرَأَ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيْهَا، وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي اْلأَرْضِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلاَّ طَارِقًايَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَانُ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, yang tidak akan dilewati oleh orang baik dan orang durhaka, dari kejahatan apa yang diciptakan dan dijadikan-Nya, dari kejahatan apa yang turun dari langit dan yang naik ke dalamnya, dari kejahatan yang tumbuh di bumi dan yang keluar darinya, dari kejahatan fitnah-fitnah malam dan siang, serta dari kejahatan-kejahatan yang datang (di waktu malam) kecuali dengan tujuan baik, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.” (HR. Ahmad 3/419 dengan sanad yang shahih, Ibnus Sunni no. 637, lihat pula Majma’uz Zawa’id 10/127 dan Takhrijuth Thahawiyah oleh al-Arnauth 133)

Ucapan Ketika Terkejut/Kaget

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ

“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Apabila Mengenai Sesuatu Karena Ulah Matanya (‘Ain)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيْهِ أَوْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ [فَلْيَدْعُ لَهُ بِالْبَرَكَةِ] فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

“Apabila seorang di antara kamu melihat dari saudaranya, diri atau hartanya yang menakjubkan, maka hendaklah mendoakan keberkahan kepadanya (seperti mengucapkan Baarakallahu ffik). Sesungguhnya ‘ain (akibat dari penglihatan mata) itu adalah benar.” (HR. Ahmad 4/447, Ibnu Majah dan Malik. Dinyatakan shahih oleh al-Albani dalam Shahihul Jami’ 1/212, dan lihat Zadul Ma’ad 4/170, tahqiq al-Arnauth).

Bacaan dan Perbuatan Apabila Merasakan Sakit pada Salah Satu Anggota Badannya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Letakkan tanganmu pada tubuhmu yang terasa sakit, dan bacalah, “Bismillaah,” tiga kali, lalu bacalah tujuh kali:

أَعُوْذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ.
“Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan sesuatu yang aku dapati dan yang aku takuti.” (HR. Muslim)

Bacaan Ketika Heran
سُبْحَانَ اللهِ
“Mahasuci Allah.” (HR. Bukhari dengan Fathul Bari 1/210, 390 dan 414, Muslim 4/1857).

اَللهُ أَكْبَرُ
“Allah Mahabesar.” (HR. Bukhari dengan Fathul Bari 8/441, lihat pula Shahih At Tirmidzi 2/103, 2/235, dan Musnad Ahmad 5/218.)

Doa Ketika Dipuji
اَللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِيْ بِمَا يَقُوْلُوْنَ، وَاغْفِرْلِيْ مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ (وَاجْعَلْنِيْ خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ)
“Ya Allah, janganlah Engkau menghukumku karena apa yang mereka katakan. Ampunilah aku atas apa yang tidak mereka ketahui. (Dan jadikanlah aku lebih baik dari yang mereka perkirakan). “ (HR. Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 761. Isnad hadits tersebut dinyatakan shahih oleh al-Albani dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no. 585. Kalimat dalam kurung tambahan Baihaqi dalam Syu’abul Iman 4/228 dari jalan lain)

Ucapan Ketika Memuji Saudaranya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ مَادِحًا صَاحِبَهُ لاَ مَحَالَةَ فَلْيَقُلْ: أَحْسِبُ فُلاَنًا وَاللهُ حَسِيْبُهُ وَلاَ أُزَكِّيْ عَلَى اللهِ أَحَدًا أَحْسِبُهُ -إِنْ كَانَ يَعْلَمُ ذَاكَ- كَذَا وَكَذَا

“Apabila seseorang harus memuji saudaranya, maka katakanlah, “Aku kira si fulan .. dan Allah-lah yang mengawasi perbuatannya. Aku tidak akan memuji seseorang di hadapan Allah.” Jika ia mengetahui ia begini dan begitu.” (HR. Muslim)

Doa Untuk Orang Yang Anda Caci-Maki
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

اللَّهُمَّ فَأَيُّمَا مُؤْمِنٍ سَبَبْتُهُ فَاجْعَلْ ذَلِكَ لَهُ قُرْبَةً إِلَيْكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.
“Ya Allah, siapa saja di antara orang mukmin yang aku caci-maki, maka jadikanlah hal itu sebagai sarana yang mendekatkan dirinya kepada-Mu pada hari Kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Apabila Mendengar Anjing Menggonggong di Malam Hari
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمْ نُبَاحَ الْكِلاَبِ وَنَهِيْقَ الْحَمِيْرِ بِاللَّيْلِ فَتَعَوَّذُوْا بِاللهِ مِنْهُنَّ فَإِنَّهُنَّ يَرَيْنَ مَا لاَ تَرَوْنَ.

“Apabila kamu mendengar anjing menggonggong dan mendengar keledai meringkik di malam hari, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya mereka melihat apa yang tidak kamu lihat.” (HR. Abu Dawud 4/327, Ahmad 3/306. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Abi Dawud 3/961)

Apabila Mendengar Ayam Berkokok
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيْكَةِ فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا، وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيْقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوْا بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا

“Apabila kamu mendengar ayam jago berkokok, mintalah karunia kepada Allah, sesungguhnya ia melihat malaikat. Tetapi apabila kamu mendengar keledai meringkik, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari gangguan setan, sesungguhnya ia melihat setan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ucapan Ketika Mendapatkan Sesuatu Yang Menyenangkan
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mendapatkan sesuatu yang menyenangkan mengucapkan:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ
“Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya yang baik-baik menjadi sempurna.”

Dan apabila mendaptkan sesuatu yang tidak menyenangkan Beliau mengucapkan:

اَلْحَمْدُ ِللهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
“Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan.” (HR. Ibnus Sunni dalam Amalul Yaumi Wal Lailah, Hakim, dan ia menshahihkannya, dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahihul Jaami’ 4/201)

Doa Menolak Firasat Buruk Atau Sial
اَللَّهُمَّ لاَ طَيْرَ إِلاَّ طَيْرُكَ، وَلاَ خَيْرَ إِلاَّ خَيْرُكَ، وَلاَ إِلَـهَ غَيْرُكَ
“Ya Allah, tidak ada kesialan kecuali kesialan yang Engkau tentukan, dan tidak ada kebaikan kecuali kebaikan-Mu, serta tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Ahmad 2/220, Ibnus Sunni no. 292, dan lihatash-Shahihah, no. 1065)

Doa Untuk Orang Yang Menawarkan Hartanya Kepadamu
بَارَكَ اللهُ لَكَ فِيْ أَهْلِكَ وَمَالِكَ
“Semoga Allah memberkahimu pada keluarga dan hartamu.” (HR. Bukhari)

Doa Orang Yang Mengucapkan, “Aku Senang Kepadamu Karena Allah.”

أَحَبَّكَ الَّذِيْ أَحْبَبْتَنِي لَهُ

“Semoga Allah mencintaimu, karena kamu mencintaiku karena-Nya.” (HR. Abu Dawud 4/333. Syaikh al-Albani menyatakan hadits tersebut hasan dalam Shahih Sunan Abi Dawud 3/965)

Doa Untuk Orang Yang Berbuat Baik Kepadamu

جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا

“Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.” (HR. Tirmidzi 2035, lihat Shahihul Jami’ 6244, Shahih Tirmidzi2/200).

Doa Untuk Orang Yang Mengucapkan Ghafarallahu laka (Semoga Allah mengampunimu)

وَلَكَ

“Demikian pula mengampunimu.” (HR. Timidzi, lihat Shahih at-Tirmidzi 3/153)

Doa Ketika Melihat Orang Yang Tertimpa Musibah

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِيْ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً.

“Segala puji bagi Allah yang menyelamatkan aku dari cobaan yang Allah berikan kepadamu, dan telah melebihkanku, daripada sekian makhluk-Nya dengan kelebihan yang banyak.” (HR. Timidzi, lihat Shahih at-Tirmidzi 3/153)

Doa Ketika Marah

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

“Aku berlindung kepada Allah dan setan yang terkutuk.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Doa Untuk Pengantin

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْكَمُاَ فِيْ خَيْرٍ

“Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan atasmu serta mengumpulkan kamu berdua (pengantin laki-laki dan perempuan) dalam kebaikan.” (HR. Penyusun kitab Sunan, selain Nasa’i, lihat Shahih At Tirmidzi)

Doa Sebelum Menggauli Istri

بِسْمِ اللهِ اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

“Dengan Nama Allah. Ya Allah, jauhkan kami dari setan, dan jauhkan setan untuk mengganggu apa yang Engkau rezekikan kepada kami.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Doa Yang Mengalami Kesulitan

اَللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً.

“Ya Allah, Tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedangkan yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya.” (HR. Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya no. 2427 (Mawaarid), Ibnus Sunni no. 351. Al-Hafizh berkata, “Hadits shahih,” dan dinyatakan shahih pula oleh Abdul Qadir al-Arnauth dalam Takhrij Al-Adzkar, hal. 106)

Wallahu a’lam, wa shallallahu ‘ala Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.

Oleh: Marwan bin Musa

Artikel www.Yufidia.com

Maraji’: Hishnul Muslim (Dr. Sa’id Al Qahthani), Al Adabul Mufrad (Imam Bukhari, dengan ta’liq Syaikh al-Albani), Al Maktabatusy Syaamilah dll.
READ MORE - Doa dan Dzikr Harian (Bag. 2)

Doa dan Dzikr Harian (Bag. 1)

Berikut ini merupakan dzikr harian yang kami sebutkan dalam lembaran yang ringkas agar dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita tergolong ke dalam laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikr kepada Allah, yang Allah janjikan dengan ampunan dan pahala yang besar (lihat surah Al Ahzaab: 35).

Doa Sebelum Tidur
1- بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا

“Dengan nama-Mu, ya Allah, aku mati dan hidup.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Mengumpulkan dua telapak tangan. Lalu meniupnya dan membacakan surah Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas. Kemudian dengan dua telapak tangan itu dia mengusap tubuh yang dapat dijangkau dengannya. Dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan (tiga kali). (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Membaca Ayat kursi (surah Al Baqarah: 255). (HR. Bukhari).

4- Membaca

سُبْحَانَ اللهِ (33×) وَالْحَمْدُ لِلَّهِ (33×) وَاللهُ أَكْبَرُ (34x)

“Maha Suci Allah (33 x), Segala puji bagi Allah (33 x), Allah Maha Besar (33 x).” (HR. Bukhari dan Muslim)

5- Membaca

اَللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِيْ إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِيْ إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِيَ إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِيْ إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِيْ أَرْسَلْتَ

“Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku menyerahkan urusanku kepada-Mu, aku menghadapkan wajahku kepada-Mu, aku menyandarkan punggungku kepada-Mu, karena senang (mendapatkan rahmat-Mu) dan takut kepada (siksaan-Mu, jika melakukan kesalahan). Tidak ada tempat perlindungan dan keselamatan dari (ancaman)-Mu, kecuali kepada-Mu. Aku beriman pada kitab yang telah Engkau turunkan, dan (kebenaran) Nabi-Mu yang telah Engkau utus.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Doa Apabila Membalikkan Badan Ketika Tidur Malam
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ، رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ

“Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa, Tuhan yang menguasai langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Maha Mulia lagi Maha Pengampun.” (HR. Hakim, ia menshahihkannya, dan disepakati oleh Adz Dzahabi 1/540, Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah, dan Ibnus Sunni, lihat Shahihul Jaami’ 4/213)
Doa Apabila Merasa Takut dan Kesepian Ketika Tidur
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ، وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِ

“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari murka dan siksaan-Nya, serta kejahatan hamba-hamba-Nya, dan dari godaan setan (bisikannya) serta agar jangan sampai mereka hadir (kepadaku).” (HR. Abu Dawud 4/12, lihat pula Shahih At Tirmidzi 3/171)
Doa Bangun Tidur
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

“Segala puji bagi Allah, yang membangunkan kami setelah ditidurkanNya dan kepadaNya kami dibangitkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Doa Memakai Pakaian
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَسَانِيْ هَذَا (الثَّوْبَ) وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ

“Segala puji bagi Allah yang memberi pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku. (HR. Seluruh penyusun kitab Sunan, kecuali An-Nasai, lihat Irwa’ul Ghalil 7/47)
Doa Memakai Pakaian Baru
اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

“Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, Engkaulah yang memberi pakaian ini kepadaku. Aku memohon kepada-Mu untuk memperoleh kebaikannya dan kebaikan yang ia diciptakan karenanya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan yang ia diciptakan karenanya” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Al-Baghawi dan lihat Mukhtashar Syamaailit Tirmidzi, oleh al-Albani, halaman 47)
Doa Untuk Orang Yang Memakai Pakaian Baru
اِلْبِسْ جَدِيْدًا، وَعِشْ حَمِيْدًا، وَمُتْ شَهِيْدًا

“Pakailah yang baru, hiduplah dengan terpuji dan matilah dalam keadaan syahid.” (HR. Ibnu Majah 2/1178, Al Baghawi 12/41, dan lihat Shahih Ibnu Majah 2/275)
Doa Ketika Melepas Pakaian
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

سِتْرُ مَا بَيْنَ أعْيُنِ الجِْنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ إِذَا وَضَعَ أَحَدُهُمْ ثَوْبَهُ أَنْ يَقُوْلَ:“بِسْمِ اللهِ”

“Tirai yang menghalangi mata jin dan aurat Bani Adam ketika salah seorang di antara mereka melepas pakaiannya adalah mengucapkan, “Bismillah.” (HR. Tirmidzi dan lainnya, lihat Irwaa’ul Ghalil no. 49 dan Shahihul Jaami’ 3/203).
Doa Masuk WC
بِسْمِ اللهِ اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

“Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan laki-laki dan perempuan”. (HR. Bukhari dan Muslim. Sedangkan tambahan bismillaah pada permulaan hadits, menurut riwayat Said bin Manshur. Lihat Fathul Baari 1/244)
Doa Keluar WC
غُفْرَانَكَ

“Aku meminta ampunan kepada-Mu.” (HR. Seluruh penyusun kitab Sunan, kecuali Nasa’i yang meriwayatkan dalam ‘Amalul Yaumi wal Lailah, lihat Takhrij Zaadul Ma’aad 2/387)
Doa Keluar Rumah
بِسْمِ اللهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

“Dengan nama Allah (aku keluar). Aku bertawakkal kepada-Nya, dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan lihat Shahih at-Tirmidzi 3/151)
Doa Masuk Rumah
بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا، وَبِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا،

“Dengan nama Allah, kami masuk (ke rumah), dengan nama Allah, kami keluar (darinya) dan kepada Tuhan kami, kami bertawakkal. (HR. Abu Dawud, menurut Ahli Hadits, hadits ini adalah dha’if. Tetapi maknanya diperkuat oleh hadits shahih dalam riwayat Muslim, “Apabila seseorang masuk rumahnya, lalu berdzikir kepada Allah ketika masuk rumah dan ketika makan, maka setan berkata (kepada teman-temannya), ‘Tidak ada tempat tinggal dan makanan bagi kamu (malam ini).” Muslim, no. 2018)
Doa Pergi ke Masjid
« اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِى قَلْبِى نُورًا وَفِى لِسَانِى نُورًا وَاجْعَلْ فِى سَمْعِى نُورًا وَاجْعَلْ فِى بَصَرِى نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ خَلْفِى نُورًا وَمِنْ أَمَامِى نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِى نُورًا وَمِنْ تَحْتِى نُورًا . اللَّهُمَّ أَعْطِنِى نُورًا »

“Ya Allah jadikanlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatanku, cahaya dari belakangku, cahaya dari depanku, cahaya di atasku dan cahaya di bawahku. Ya Allah, berilah cahaya kepadaku.” (HR. Muslim)
Doa Masuk Masjid
أَعُوْذُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ، وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ، وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ، مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، [بِسْمِ اللهِ، وَالصَّلاَةُ][وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ] اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

“Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan wajah-Nya Yang Mulia dan kekuasaan-Nya yang abadi, dari setan yang terkutuk.[1] Dengan nama Allah dan semoga shalawat [2] dan salam tercurahkan kepada Rasulullah [3] Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmatMu untukku.” [4]

[1] HR. Abu Dawud, lihat Shahihul Jami’ no. 4591. [2] HR. Ibnus Sunni no.88, dihasankan Syaikh Al Albani. [3] HR. Abu Dawud 1/126, lihat Shahihul Jami’ 1/528. [4] HR. Muslim 1/494. Dalam Sunan Ibnu Majah, dari hadits Fathimah radhiyallahu ‘anha disebutkan, “Allahummagh fir li dzunubi waftahli abwaba rahmatik”, dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani karena beberapa shahid. Lihat Shahih Ibnu Majah 1/128-129.
Doa Keluar Masjid
بِسْمِ اللهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ، اَللَّهُمَّ اعْصِمْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

“Dengan nama Allah, semoga shalawat dan salam terlimpah kepada Rasulullah. Ya Allah, sesungguhnya aku minta kepada-Mu dari karunia-Mu. Ya Allah, peliharalah aku dari godaan setan yang terkutuk”. (Lihat takhrij hadits pada doa sebelum masuk masjid, adapun tambahan, “Allaahumma’shimni minasy syai-thaanir rajim,” adalah riwayat Ibnu Majah. Lihat Shahih Ibnu Majah 129).
Doa Setelah Mendengar Azan
اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ،

“Ya Allah, Tuhan Pemilik panggilan yang sempurna (azan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah Al-Wasilah (derajat di Surga, yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) dan keutamaan kepada Muhammad. Bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqam terpuji yang telah Engkau janjikan.” (HR. Muslim)
Doa Melihat Bulan Tanggal Satu
اللهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِاْلأَمْنِ وَاْلإِيْمَانِ، وَالسَّلاَمَةِ وَاْلإِسْلاَمِ، وَالتَّوْفِيْقِ لِمَا تُحِبُّ رَبَّنَا وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللهُ

“Allah Maha Besar. Ya Allah, tampakkan bulan tanggal satu itu kepada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam serta mendapat taufik untuk menjalankan apa yang Engkau senang dan ridhai. Tuhan kami dan Tuhanmu (wahai bulan sabit) adalah Allah.” (HR. At-Tirmidzi, Ad-Darimi dengan lafazh hadits yang sama, dan lihat Shahih at-Tirmidzi 3/157.)
Doa Berbuka Puasa
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

“Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap, insya Allah.” (HR. Abu Dawud. LihatShahihul Jami’ 4/209)
Doa Sebelum Makan
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Apabila seseorang di antara kamu memakan makanan, hendaklah membaca, “Bismillah,” (Artinya: Dengan nama Allah) apabila lupa pada permulaannya, hendaklah membaca, “Bismillah fii awwalihi wa aakhirih.” (Artinya: Dengan nama Allah di awal dan akhirnya.) (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan lihat Shahih At Tirmidzi 2/167)
Doa Setelah Makan
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنِيْ هَذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ

“Segala puji bagi Allah yang memberi makan ini kepadaku dan yang memberi rezeki kepadaku tanpa daya dan kekuatanku.” (HR. Penyusun kitab Sunan, kecuali Nasai, lihat Shahih At Tirmidzi 3/159)
Doa Tamu Kepada Pemilik Makanan
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ، وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ

“Ya Allah, berilah berkah pada apa yang Engkau rezekikan kepada mereka, ampunilah dan sayangilah mereka.” (HR. Muslim 3/1615)
Doa Ketika Bersin
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلِ : الْحَمْدُ لِلَّهِ . وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ : يَرْحَمُكَ اللَّهُ . فَإِذَا قَالَ لَهُ : يَرْحَمُكَ اللَّهُ . فَلْيَقُلْ : يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ »

“Apabila salah seorang di antara kamu bersin, hendaknya mengucapkan, “Al Hamdulillah.” (artinya: segala puji bagi Allah), dan hendaknya saudara atau kawannya mengucapkan kepadanya, “Yarhamukallah (artinya: semoga Allah merahmatimu). Jika telah dikatakan yarhamukallah kepadanya, maka hendaknya ia (yang bersin) mengucapkan, “Yahdiikumullah wa yush-lih baalakum.” (artinya: semoga Allah menujukimu dan memperbaiki keadaanmu).” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah)
Ucapan Untuk Orang Kafir Yang Bersin Dan Mengucapkan Al Hamdulillah
عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ كَانَ الْيَهُودُ يَتَعَاطَسُونَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْجُونَ أَنْ يَقُولَ لَهُمْ يَرْحَمُكُمْ اللَّهُ فَيَقُولُ يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

Dari Abu Musa ia berkata: Orang-orang Yahudi pura-pura bersin di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamdengan harapan agar Beliau mengucapkan yarhamukallah kepada mereka, tetapi Beliau mengucapkan,“Yahdiikumullah wa yushlih baalakum.” (HR. Tirmidzi, Ahmad, Abu Dawud. Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan shahih.”)

Wallahu a’lam, wa shallallahu ‘ala Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.

Oleh: Marwan bin Musa

Maraji’: Hishnul Muslim (Dr. Sa’id Al Qahthani) dll.

Artikel www.Yufidia.com
READ MORE - Doa dan Dzikr Harian (Bag. 1)

Doa Mohon Kebaikan di Segala Urusan




Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepada Fathimah radhiyallahu ‘anha,

“Simaklah baik-baik apa yang akan aku wasiatkan kepadamu, jika masuk waktu pagi dan sore hari, hendaknya engkau mengucapkan,

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ ، وَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ


Yaa hayyu yaa qoyyuum, birohmatika asthagiitsu, ashlih lii sya’nii kullihi, wa laa takilni ilaa nafsii thorfata ‘ain

“Wahai Yang Maha Hidup dan Maha Terjaga, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan Engkau limpahkan (semua urusan) terhadap diriku walau sekejap mata“ (HR. Hakim)

READ MORE - Doa Mohon Kebaikan di Segala Urusan

Postingan Populer

 

Fans Page Kami

TOKO ANIS - BALAMOA TEGAL

TOKO ANIS - BALAMOA TEGAL
TOKO SEPATU & SERVER PULSA

Tutorial Internet Marketing

Diberdayakan oleh Blogger.

IKLAN